Domain Kadaluarsa Apa Harus Dialihkan atau Lupakan

Domain Kadaluarsa, Apa Harus Dialihkan atau Lupakan?

Pada masanya, mengalihkan domain kadaluarsa adalah taktik yang telah dicoba. Tapi inilah mengapa Anda tidak boleh mengandalkannya lagi taktik SEO di masa sekarang ini. Mungkin Anda ingin mengarahkan backlink dari domain kadaluarsa ke website baru Anda. Namun, tidak yakin apakah itu termasuk taktik blackhat SEO.

Mengalihkan domain kadaluarsa adalah sesuatu yang sudah ada di dunia SEO sejak sekitar 30 detik setelah SEO pertama menemukan PageRank. Sangking lamanya, mungkin orang pertama yang melakukannya jauh sebelum istilah SEO diciptakan.

Hal – Hal Sederhana Yang Harus Anda Ketahui Pada Domain

Hal - Hal Sederhana Yang Harus Anda Ketahui Pada Domain

Pemikirannya sederhana: jika sebuah domain memiliki banyak link, Anda dapat mengarahkannya ke halaman Anda dan semua link tersebut dan otoritas domain mereka PageRank akan ditransfer ke situs baru Anda. Dan hasilnya pun berhasil. Di masa lalu SEO, ini adalah taktik teruji dan benar yang membuahkan hasil.

Praktik tersebut benar – benar teruji, dan orang-orang menjajaki apakah penalti akan di transfer melalui 301 dan apa efeknya pada memulihkan atau melukai pesaing Anda. Banyak waktu yang terbuang untuk ini untuk hasil jangka panjang yang tidak banyak.

Ada industri besar yang menjual domain kadaluarsa dan banyak sekali postingan forum blackhat. Bahkan ada beberapa bukti anekdot bahwa ini masih berfungsi untuk sementara waktu, tetapi tidak ada yang dapat diulangi atau diverifikasi dengan mudah. Lagi pula, jika Anda melakukan praktek blackhat SEO, Anda tidak akan membagikan URL Anda untuk dilihat.

Dari sudut pandang pengguna, domain kadaluarsa bukanlah sesuatu yang Anda lakukan, itu sesuatu yang Anda beli. Itu tidak membuat situs Anda lebih berguna, lebih relevan, atau membantu situs Anda menangani query atau tugas yang diinginkan pengguna dengan lebih baik.

Alasan Google Lebih Memilih Situs Yang Dianggapnya Relevan

Alasan Google Lebih Memilih Situs Yang Dianggapnya Relevan

Jadi mengapa Google ingin memberi penghargaan pada situs berdasarkan berapa banyak uang yang dihabiskan webmaster dengan pihak ketiga, daripada berdasarkan pada seberapa relevan dan berguna situs tersebut bagi penelusur? Jawabannya adalah mereka tidak akan melakukannya.

Pengalihan domain kadaluarsa mungkin merupakan “peretasan” cepat untuk mendapatkan peringkat instan kembali pada masa lalu, tetapi jarang berfungsi jika diaplikasikan di jaman sekarang. Jelas, dalam perkembangan SEO, banyak aspek yang sudah berubah. Apa yang sukses diaplikasikan di masa lampau, bisa saja tidak berlaku karena seiring perubahan zaman.

Seiring perkembangan mesin pencarian pada Google, mereka menjadi lebih baik dalam mengetahui dulu situs apa, kemana pengalihannya, dan apakah mereka benar – benar “entitas” yang sama atau sesuatu yang sama sekali berbeda.

Ada kemungkinan bahwa beberapa nilai dapat di transfer jika sangat jelas bagi Google bahwa kedua situs adalah entitas yang sama. Sebagai contoh, misalnya ketika Tesla pindah dari Teslamotors.com ke Tesla.com, lalu dialihkan. Jika Anda adalah Google, Anda mungkin meninginkan otoritas dari Teslamotors.com ditransfer ke Tesla.com karena itu bagus untuk pengguna dan bahkan bisa memakan waktu lama.

Tetapi jika mereka telah membeli beberapa domain kadaluarsa secara acak dan mengalihkannya, jelas Anda tidak ingin nilai itu di transfer. Saat Anda mulai melihat situs dalam hal entitas, ini bukanlah masalah sesulit yang tampaknya dipecahkan dalam kode.

Kesimpulan:

Banyak profesional SEO akan memberitahu Anda bahwa mengalihkan domain kadaluarsa mempunyai fungsi, tetapi sangat mungkin Anda tidak akan mendapatkan keuntungan apapun dari mengalihkan domain yang kadaluarsa sama sekali. Sebaiknya, Anda tidak menghabiskan uang Anda untuk itu atau mengandalkannya sebagai taktik SEO.

Blog Lainnya

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper matti pibus leo.

Hubungi Kami

Tentang kami