Kapan Harus Menggunakan Pengalihan Canonical vs Redirect 301

Kapan Harus Menggunakan Pengalihan Canonical vs Redirect 301?

Tidak yakin kapan harus menggunakan redirect 301 (pengalihan) vs canonical (tag kanonik)? Ini merupakan sebuah pertanyaan yang bagus, bukan hanya karena jawabannya “tergantung”, tetapi karena ini adalah pertanyaan yang membingungkan banyak bagi profesional SEO.

Temukan apa, bagaimana dan cara terbaik untuk menggunakannya pada saat mengelola konten duplikat. Sebelum kita mendalami, kita perlu memahami perbedaan antara Redirect dan Canonical Tag.

Redirect 301

Redirect 301

Redirect 301 adalah cara untuk memindahkan satu URL ke URL lainnya secara permanen. Dari perspektif pengguna, mereka mengetikkan satu URL dan mendapatkan URL yang berbeda. Tidak ada konten yang dimuat di URL asli, itu hanya mengarahkan ke tempat baru. Ada banyak cara berbeda untuk menerapkan redirect 301.

Canonical Tag

Canonical Tag

Sebenarnya untuk Canonical Tag memang sudah ada sejak lama. Ini merupakan tahun ke 12-nya, tetapi para pakar SEO masih terus kesulitan menggunakannya dan profesional non-SEO masih kesulitan untuk mengucapkannya.

Maksud utama di balik Canonical Tag adalah untuk memungkinkan webmaster menentukan URL pilihan dari sebuah halaman yang mirip dengan halaman lain.

Canonical vs Redirects

Meskipun redirect merupakan sebuah arahan (secara harfiah mengarahkan Anda ke halaman lain), sementara canonical tag hanyalah petunjuk pada mesin pencari. Itulah perbedaan utama yang menjelaskan kapan harus menggunakan yang satu vs. yang lainnya.

Perlu dipertimbangkan bahwa setiap kali Anda menggunakan canonical tag, mesin penelusuran dapat memilih untuk mengabaikannya. Inilah contoh ekstrim, bayangkan sebuah skenario di mana Anda memiliki URL dari widgets.html dengan tag kanonik di atasnya yang mengarah ke widgets.htm. URL ini sangat mirip kecuali ekstensinya.

Sekarang, jika semua tautan di situs Anda mengarah ke widgets.html dan widgets.html terdaftar di peta situs Anda, mesin telusur dapat memilih untuk mengabaikan canonical tag yang mengarah ke widget.htm karena semua sinyal lain di situs web Anda mengarah ke versi .html bukan versi .htm.

Terlepas dari niat Anda dalam menggunakan canonical tag, Google lebih menyarankan untuk mencari cara lain agar lebih kuat.

Kapan Menggunakan Redirect

Sederhananya, ketika Anda memiliki dua halaman yang sama (atau sangat mirip) dan Anda tidak membutuhkan kedua halaman tersebut aktif karena beberapa alasan bisnis lainnya, maka yang harus Anda gunakan adalah redirect.

Contoh kapan harus menggunakan redirect, sebagai berikut:

  • Produk yang tidak lagi ada
  • Halaman kadaluarsa yang tidak ingin Anda perbarui
  • Halaman dihapus dari situs Anda.
  • Halaman yang telah pindah ke URL lain.

Anda sebaiknya tidak menggunakan redirect 301 untuk tujuan sementara, karena CDN (dan beberapa browser) dapat menyimpan cache ini, sehingga sulit untuk membatalkan dengan cepat.

Kapan Menggunakan Canonical Tag

Ada banyak kegunaan yang baik dalam menggunakan canonical tag. Namun secara umum, canonical tag bisa menjadi bantuan untuk struktur URL yang buruk atau tidak dapat dihindari. Jika Anda tidak dapat mencegah URL agar tidak dirayapi atau dilihat, dan sangat mirip dengan URL lain, sehingga canonical tag bisa menjadi penyelamat Anda.

Kesimpulan:

Banyak profesional SEO mengatakan untuk menggunakan canonical tag untuk produk serupa tetapi mengatakan, warna berbeda. Namun untuk beberapa produk, warna mungkin cukup penting untuk mengumpulkan volume pencarian yang signifikan, dan Anda mungkin menginginkan halaman yang berbeda untuk itu.

Secara umum, jika konten pada halaman hampir identik dengan halaman lain, dan Anda tidak ingin keduanya muncul di hasil penelusuran, maka sebaiknya menggunakan canonical.

Blog Lainnya

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper matti pibus leo.

Hubungi Kami

Tentang kami

Open chat